Rabu, Februari 11, 2026
Image Slider

Secangkir Kopi IMABA

imabapamekasan.id : Ini bukan hanya tentang kopi dan gelas tapi tentang inspirasi yang akan dikupas, tidak perlu berbicara dengan keras cukup lakukan dan buktikan dengan tegas bahwa kita bukanlah sampah yang mudah tertindas, sikapi dengan waras dan hadapi dengan cerdas. Ingat pesan Gus Tohir “saya suka otak cerdas tapi saya lebih suka otak yang waras”.

Secangkir Kopi IMABA, kita mulai dari yang paling sederhana, yaitu cangkir. Apa itu cangkir? Cangkir adalah wadah kecil untuk minum teh atau kopi dengan pegangan di salah satu sisi yang digunakan sewaktu memegang dengan ibu jari dan jari tangan yang lain. Cangkir kadang kala berisi teh atau kopi yang panas sehingga pegangan pada cangkir berguna agar tangan tidak kepanasan sewaktu mengangkat cangkir. Tapi jika kita mencoba merenungkan dan melihat filosofinya maka cangkir bisa digambarkan layaknya diri sendiri, di mana diri ini bisa diisi dengan berbagai macam hal, semisal ilmu, informasi, dan sebagainya. Nah, jika kehidupan itu layaknya cangkir yang fleksibel untuk diisi, maka semuanya kembali kepada diri sendiri tentang apa yang tepat untuk berada dalam pribadi ini? Apakah sesuatu yang baik dan bermanfaat? Ataukah sebaliknya, hal buruk yang membawa petaka?

Jawabannya, tentu adalah hal baik yang akan membawa kemanfaatan, namun bukanlah sebuah kehidupan jika manusia selalu benar dan tidak pernah salah dalam menentukan mana yang baik dan mana yang tidak. Sama halnya dengan cangkir tersebut yang bila diisi madu maka akan memberikan manfaat pada orang yang meminumnya, namun seringkali tanpa disadari cangkir itu malah diisi dengan alkohol atau racun yang berakibat petaka bagi kehidupan. Untuk itu, sebagaimana filosofi cangkir di atas, di mana dalam menentukan isinya haruslah bijak, begitu juga dengan kehidupan yang harus memiliki pemikiran positif untuk mengisi kehidupan dengan berbagai hal yang baik dan membawa manfaat. Sebenarnya masih banyak lagi filosofi tentang cangkir jika kita mau mengupas dan menggalinya lebih dalam lagi. Oke lanjut.

Selanjutnya adalah kopi, apa itu kopi? Mungkin kata kopi bagi kita adalah sesuatu yang sudah biasa didengar dan dinikmati sehingga tanpa dijelaskan sekalipun kita pasti bisa menjawab dan menggambarkannya, tapi saya akan tetap mencoba untuk menjelaskannya. Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua spesies kopi yang dikenal secara umum yaitu kopi Robusta dan kopi Arabika. Itu merupakan definisi paling sederhana tentang kopi, jika kita bertanya pada pecinta senja atau penikmat kopi yang sebenarnya, mungkin mereka akan memberikan definisi yang berbeda tentang kopi, karena kopi mempunyai banyak makna di dalamnya dan mengandung filosofi yang luas, baik itu tentang kehidupan, cinta, pendidikan, perjuangan, persahabatan, dan lain sebagainya.

Ya, kopi itu mempunyai makna dan filosofi yang sangat luas jika kita mau menyelaminya, contohnya dalam kehidupan “Hidup ini seperti secangkir kopi, pahit dan manis bertemu dalam kehangatan”, atau tentang perasaan “keberadaanmu bagaikan secangkir kopi yang aku butuhkan setiap pagi, yang dapat mendorongku untuk tetap semangat menjalani hari”, atau juga tentang kesabaran “sabar itu seperti minum kopi, pahit di awal dan manis di penghujung nikmatnya terasa”. Serta masih banyak lagi kata mutiara atau motivasi yang mengambil ibroh dari secangkir kopi.

Tapi dalam konteks ini saya akan lebih menspesifikasi, yaitu kopi bagi mahasiswa. Bukankah kita sering mendengar bahwa ketika duduk di bangku kuliah maka ilmu yang akan kita dapat di dalam kelas itu hanya 25% itupun kalau kita benar-benar serius belajarnya, nah sisanya 75% itu akan didapatkan di luar kelas atau di lapangan. Salah satunya adalah di warung kopi dan itu yang paling efektif, bisa juga dengan cara membaca atau dengan cara eksperimen langsung ke lapangan tapi hal itu rasanya kurang efesien jika dibandingkan dengan ngopi walaupun sama-sama bernilai positif. Bagi mahasiswa, ngopi itu perlu atau bahkan sangat penting karena banyak manfaat di dalamnya, semisal kita dapat bertukar pikiran, adu argumentasi, belajar retorika yang baik, belajar berdiplomasi, belajar menyampaikan dan memahami dengan baik, menambah relasi dan wawasan, dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Bahkan saking pentingnya ngopi bagi mahasiswa, mereka menganggapnya sebagai ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Yah, walaupun tidak harus setiap malam, sehingga ketika ada teman-teman mahasiswa yang ketika berbicara kurang bermutu yakni argumen dan datanya kurang bagus pasti teman-temannya akan berkomentar, ah, kurang sering ngopi nya, kurang jauh ngopi nya, kurang malam ngopi nya, kurang pahit kopi nya, dan lain sebagainya. Selain itu dengan cara ngopi setidaknya telah menghindarkan kita dari istilah mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) yang mana dunia mereka hanya kampus dan rumahnya sehingga sedikit sekali peluang mencicipi dan menyerap sari-sari ilmu di lapangan dan di warung kopi. Sebenarnya pembahasan tentang kopi ini sangatlah panjang dan luas, tapi karena ada pembahasan lain yang harus kita ikuti, maka kopi nya sampai di sini dulu nanti kalau ada waktu kita bahas lagi. Oke lanjut.

Selanjutnya adalah IMABA, mungkin jika kalian merupakan santri atau alumni Bata-Bata pasti kenal dan tidak asing akan nama IMABA, tapi jika bukan, maka izinkanlah ukiran tinta ini mengajak kalian mengenal apa itu IMABA atau bahkan nanti kalian akan jatuh cinta terhadapnya. Ya, IMABA adalah organisasi pengabdian terhadap pesantren bagi para santri yang telah boyong atau lulus, sama halnya dengan IKABA (Ikatan Alumni Bata-Bata) bedanya itu IMABA lebih spesifik atau lebih khusus lagi, yaitu hanya untuk ruang lingkup mahasiswa saja, jika di IKABA semua alumni Bata-Bata tanpa terkecuali bisa bergabung di dalamnya, maka di IMABA syarat utamanya untuk bergabung adalah menjadi mahasiswa terlebih dahulu, namanya saja juga IMABA (Ikatan Mahasiswa Bata-Bata). Jadi, analoginya begini, semua anggota IMABA itu pasti termasuk anggota IKABA, tapi tidak semua anggota IKABA itu termasuk anggota Imaba. Yah, intinya IMABA itu adalah organisasi pengabdian bagi mahasiswa kepada Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. IMABA itu sendiri lahir pada tanggal 14 Dzul Hijjah 1425 Hijriah bertepatan dengan tanggal 24 Januari 2005 Masehi. Dengan taretan Abdul Adhim sebagai ketua pertamanya. Oke lanjut.

Awal mulanya, jauh-jauh hari sebelum IMABA lahir, teman-teman mahasiswa yang berstatus alumni Bata-Bata mempunyai organisasi yang mana di dalamnya bergabung dengan mahasiswa alumni Banyuanyar, yakni Ikatan Mahasiswa Alumni Bata-Bata dan Banyuanyar, yang kemudian akrab dikenal dengan IKMAL AURA, lahir pada tahun 2003 di Masjid Ulul Albab IAIN Sunan Ampel Surabaya. Mungkin hanya itu gambaran IMABA yang dapat saya berikan, untuk lebih detailnya bisa tanya-tanya langsung sambil ngopi bersama taretan-taretan IMABA sendiri, itu sih jika kalian berkenan. Baik lanjut.

Dan sekarang, setelah membaca oretan tentang cangkir, kopi, dan IMABA. Maka timbullah segudang tanda tanya yang membuat kita harus memicingkan mata, timbullah rasa curiga dengan hati yang terus menduga-duga, haruskah kita ulangi membaca dari paragraf pertama agar kemudian kita mendapatkan jawabannya. Iya, apa hubungannya sih cangkir, kopi, dengan IMABA? Ah, jangan-jangan tulisan ini hanya ngalur-ngidul yang tidak sesuai dengan judul, atau hanya sebatas oretan dari dia yang sedang kesepian, atau Mungkin hanya sebatas pelampiasan dari hati yang kian berantakan. Eits, jangan salah, ini kan belum selesai.

Nah, apa hubungan antara cangkir, kopi, dan IMABA? Ya, sebenarnya antara ketiganya ada korelasi yang sangat erat, mereka saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain. Cangkir jika tidak ada isinya maka ia tidak akan berarti apa-apa, dan yang paling tepat untuk menjadi isinya adalah kopi karena ia mempunyai filosofi dan makna yang sangat tinggi, sebaliknya tidak ada yang namanya kopi jika tidak ada yang mewadahinya dan yang paling tepat untuk menjadi wadahnya adalah cangkir, karena cangkir mempunyai bentuk yang elegan dan mudah untuk digunakan termasuk saat ngopi bersama teman-teman. Nah, kalau dengan IMABA hubungannya apa? Seperti yang saya sampaikan di atas bahwa Imaba adalah organisasi pengabdian bagi mahasiswa, sedangkan mahasiswa tidak lepas dari yang namanya ngopi, seakan-akan ngopi adalah ibadah bagi mereka, dan salah satu manfaatnya adalah mendapatkan motivasi dan inspirasi dari secangkir kopi. Jadi, jika ada teman-teman mahasiswa atau IMABA khususnya, yang berhenti ngopi dengan alasan yang tidak pasti maka tidak secara langsung ia telah memotong salah satu tali yang sangat berpengaruh dan urgen dalam perjalanannya mengarungi bangku kuliah, ia telah kehilangan jalan yang telah biasa dilewati oleh mereka yang sudah menggapai impian, dan menghapus budayanya sendiri selaku mahasiswa.

Suatu ketika saya dan taretan-taretan IMABA sesama angkatan 21, ngopi di salah satu cafe lesehan tepatnya di Tapsiun Pamekasan. Agenda itu sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya, walaupun tidak bisa hadir semua tapi hal itu adalah momen yang istimewa bagi saya karena bisa bercanda ria dengan mereka. Ya, suasana yang selalu ditunggu-tunggu di setiap malam Minggu dan pertemuan yang selalu dinanti-nanti untuk kemudian kami ngopi, yah walaupun pada akhirnya hal seperti itu kembali langka seiring berjalannya waktu dikarenakan terkendala oleh kesibukan masing-masing yang kian tidak menentu. Mungkin jika diantara kalian ada yang pernah merasakan hal seperti itu, pasti kalian akan tahu betapa bahagia dan nikmatnya bisa berkumpul, bercanda, tertawa, dan tentunya sambil diskusi receh dengan didampingi secangkir kopi hangat yang masih mengepulkan asap inspirasi, di sana akan mengalir perbincangan hangat yang tidak menjatuhkan ataupun menyakiti, perbincangan yang menyatukan beberapa pikirkan dan pendapat yang berbeda untuk kemudian didiskusikan dan diambil jalan terbaiknya, perbincangan yang sesekali menimbulkan tawa persahabatan dan mengubur rasa permusuhan yang sering mengintai di setiap ada perselisihan, sebuah lingkaran kecil yang diisi oleh para pemuda yang mempunyai mimpi untuk kemajuan bangsa. Benar apa yang dikatakan oleh Ir. Soekarno “saya lebih suka pemuda yang berkumpul sambil memikirkan masa depan bangsa ini, dari pada pemuda kutu buku tapi hanya memikirkan diri sendiri”. Maka patutlah kiranya, jika kita merindukan sesuatu yang membuat kita bahagia dan tertawa, dan itu akan dirasakan jika kita tidak lagi menikmatinya. Bagi saya mahasiswa yang suka ngopi jauh lebih baik daripada mereka yang sibuk dengan urusan asmara yang biasanya hanya berakhir dengan kekecewaan dan air mata, memang ada sih sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa terkadang dalam belajar atau berjuang kita harus mempunyai bunga revolusi dengan bahasa yang lebih sederhana yaitu pasangan, karena itu akan membuat kita merasa lebih semangat dalam berusaha. Tapi rasanya itu hanyalah statement murahan yang hanya berlaku bagi mereka yang diperbudak oleh perasaan. Tapi, apapun itu kita juga harus menghargai dan menghormati mereka, karena mereka juga mempunyai alasan atas semua pilihan. Ya, semuanya akan terasa lebih baik jika kita kembali pada dasar, suci dan tidak menyombongkan diri. Tidak ada yang sempurna selain sang pencipta, semuanya mempunyai kekurangan dan bermandikan dosa.

Yups, mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan mengenai pembahasan yang rasanya cukup membosankan jika hanya dibaca sendirian dalam kesepian. Karena sejatinya, penulis yakni saya hanyalah mahasiswa baru yang masih abu-abu akan tujuan hingga merupakan sebuah keniscayaan bilamana dalam tulisan ini banyak kekurangan pun juga kesalahan, tapi dengan rasa rendah diri saya harapkan sebuah saran dan kritikan dari segenap pembaca yang budiman, karena tanpa saya sadari pasti ada banyak pembahasan yang terlewatkan mengingat keadaan saya yang masih fakir akan pengetahuan.

Baik, sebelum kalian berpindah halaman izinkan saya yang penuh kekurangan memberikan sedikit kata motivasi yang mungkin kedengarannya sudah basi. This too pass shall yang artinya Dan Inipun Akan Berlalu, hargai waktu yang kita miliki karena ia tidak akan pernah bisa diputar kembali, satu detik sangatlah berharga dan satu detik sangatlah berpengaruh bagi masa depan kita, dunia boleh saja hanya sebatas drama tapi jangan lupa bahwa kitalah aktornya, jika sekarang kita berani sakit dalam berusaha maka sebuah keniscayaan akan keberhasilan menunggu kita diujung sana. Jangan sampai kita menyerah apalagi kalah, karena siklus kehidupan menuntut kita untuk terus berusaha agar hidup tidak sia-sia, lakukan yang terbaik dan rajut cerita indah karena sejatinya hidup memang merupakan sebuah cerita indah yang akan berakhir dengan noktah. Juga, jangan lupa dengan tujuan, sebuah keniscayaan akan kelelahan tapi jangan sampai putar haluan dan percayalah di ujung jalan kita akan mendapatkan jawaban dari apa yang kita inginkan. Tetaplah bersabar walau dunia semakin kejam, jadilah orang yang bertanggung jawab serta peduli dan berguna bagi sesama karena Indonesia tidak lagi butuh terhadap orang pintar tapi butuh terhadap orang yang peduli pada sesama. Jangan buta akan dunia dan jangan tertipu dengan mereka yang berharta dan pandai bersuara tapi lupa akan saudara, karena materi dan argumentasi bukanlah parameter dari sebuah kebahagiaan, bahagia juga bisa terlahir atas dasar kesederhanaan dan kenyamanan, bersikap tenang penuh kepastian merupakan sumber kemenangan bagi kita yang mengaku sedang berjuang, biarkan yang membenci merasa tersakiti dengan stigma mereka sendiri karena sejatinya kita berjuang itu untuk meraih mimpi bukan untuk dipuji. Ayolah bangun, hadapi dunia yang penuh tantangan, tapi ingat terkadang kita harus mempunyai rasa keberanian dan melawan kenyataan yang melelahkan karena hidup adalah tantangan yang meminta untuk ditaklukkan. Ir. Soekarno pernah berkata “Berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku taklukkan dunia” maka sekarang yakin dan tekad lah bahwa kita adalah salah satunya. Well, Sekian dan sampai berjumpa kembali pada kesempatan selanjutnya.

Oleh : Taretan Abdurrahman Wahid (Bendum DPW IMABA Pamekasan)

Terkini

PilihanImaba

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini